Minggu, 14 November 2010

Ibrahimovic tumbangkan inter

Ibrahimovic Empas Inter

Inter Milan mendominasi di menit-menit terakhir, atau setelah AC Milan bermain dengan sepuluh orang.

Oleh Aditya Ramadhan

Milan memenangkan Derby della Madonnina berkat penalti Zlatan Ibrahimovic menit kelima, meski I Rossoneri harus kehilangan Ignazio Abate sejak menit ke-60 akibat kartu merah.

Kemenangan ini sangat istimewa bagi I Rossoneri, karena menjadi menjadi tim yang mengakhiri keperkasaan Inter Milan di San Siro dalam 18 bulan terakhir. Inter tak terkalahkan di kandang sejak 22 Maret 2008.


Milan memasuki lapangan sebagai favorit, berkat posisi mereka di puncak klasemen. Zlatan Ibrahimovic termotivasi mengalahkan bekas klubnya, dan membungkam fans tuan rumah yang akan mengejeknya.

I Rossoneri kehilangan banyak pemain dalam laga ini. Alexandre Pato, Pippo Inzaghi, Daniele Boner, dan Massimo Oddo, absen. Andrea Pirlo menjadi satu-satunya pemain yang berada di bangku cadangan. Ronaldinho dicoret dari tim.

Inter kehilangan Douglas Macion, Sulley Ali Muntari, Thiago Motta, MacDonald Mariga, dan Walter Samuel. Julio Cesar dan Esteban Cambiasso duduk di bangku cadangan. Wesley Sneijder kembali berlaga, setelah divonis mengidap anemia.


Marco Materazzi dimainkan sejak menit pertama, dengan tugas menjaga Ibrahimovic. Inter begitu percaya diri, karena memenangkan tiga derby terakhir, dengan aggregate scoreline 8-1.

Milan memperoleh peluang pertamanya ketika Seedorf menyambar umpan silang Abate. Moment berikutnya adalah pertarungan Ibra-Materazzi.

Ibra bergerak ke depan untuk menerima umpan Flamini. Materazzi melanggarnya di kotak penalti. Wasit menunjuk titik penalti.

Alih-alih menjaga Ibra, Materazzi melakukan kesalahan. Namun Ibra tidak melakukan kesalahan sedikit pun ketika mengeksekusi penalti. Ia menipu Luca Castelazzi dengan baik.

Inter mencoba tampil lebih menyerng, tapi terjadi gap di lini belakang, yang membuat Milan bisa leluasa melakukan serangan balik cepat.

Dalam satu kesempatan, Ibra melepas umpan silang ke arah Flamini, yang membuat Ivan Cordoba melakukan tackling keras, yang cukup membuat mantan pemain Arsenal itu terkapar.

Ibrahimovic melepas umpan tinggi ke kotak penalti, untuk membuat Castelazzi berada dalam bahaya. Namun, Materazzi menghalaunya sebelum Seedorf menyambun umpan itu.

Satu tembakan spektakuler Ibra menerpa mistar. Sedangkan Robinho melepas tembakan, tapi telah berdiri offside.

Ketika Abate dan Gennaro Gattuso mendapat kartu kuning, Inter mencoba lebih menekan, dengan harapan pemain Milan melakukan kesalahan lagi.

Allegri melihat Gattuso berpotensi mendapat kartu merah, dan menariknya keluar. Andrea Pirlo menggantikannya di babak kedua. Namun. Allegri tak sempat menarik Abate, dan pemain itu diganjar kartu merah menit ke-60.

Sneijder melepas tembakan bebas yang membuat Abbiati kelabakan, tapi tidak ada pemain Inter yang memanfaatkan bole lepas dari tangan sang penjaga gawang.

Sneijder kembali melepas tembakan yang membuat Abbiati melakukan penyelamatan tak sempurna, tapi Goran Pandev tidak bisa memanfaatkannya. Tembakan Pandev dari jarak dekat terlalu lemah.

Pertarungan Ibra-Materazzi menjadi permainan kotor. Ibra melakukan pelanggaran berbahaya, ketika berduel dengan Materazzi. Ia menarik kakinya ke belakang saat melompat, yang membuat Materazzi terkapar.

Meski demikian, Ibra adalah bintang pertandingan ini. Ia tahu dijaga Meterazzi, dan berupaya tak egois, dengan kerap memberikan umpan kepada rekan-rekannya yang berlari bebas.

Nerazzurri mendominasi menit-menit terakhir, tetapi kesulitan melepas tembakan ke gawang Milan untuk memaksa Abbiati melakukan kesalahan

Tidak ada komentar: